Banyak wanita indonesia yang menginginkan kulit putih agar terlihat semakin menarik. Tapi kebanyakan wanita indonesia tidak ingin menunggu lama untuk memutihkan kulit, bahkan banyak yang ingin instan! Ntah tidak tahu apa pura-pura tidak tahu kalau produk yang memutihkan kulit secara instan itu banyak mengandung zat berbahaya. Bahkan ada juga yang sudah diberi tahu produk yang dia pakai berbahaya tapi orang tersebut malah tidak terima! Yeahhh beginilah wanita, wanita indonesia.
Nah apa aja sih zat yang berbahaya yang terkandung dalam kosmetik itu? Berdasarkan hasil googling, blogwalking etc ini dia beberapa zat berbahaya itu. Yuk kita simak!
1. MERCURY / HG/ AIR RAKSA
Ini nih zat yang paling berbahaya buat tubuh kita yang terkandung pada kosmetik-kosmetik tertentu (biasanya abal-abal), biasanya digunakan untuk mengawetkan hewan yang sudah mati. mercury atau air raksa ini termasuk logam berat jadi dalam konstentrasi sekecil apapun zat ini tidak boleh masuk kedalam tubuh kita. Iya merkuri bisa bikin kulit menjadi putih (pucat), jerawat bisa hilang dalam hitungan hari), kulit kinclong mulus dalam hitungan hari. Tapi Efek negatif dari zat ini ngeri bangett, muntah, bisa menyebabkan kerusakan sel kulit akibat pengikisan, meningkatnya jumlah bakteri dalam lapisan kulit karena proses proteksi dan eksreksi alami terhambat, gangguan syaraf, gangguan pada indra penglihatan, gangguan perkembangan janin, rusaknya organ tubuh (hati, ginjal, dan otak) menyebabkan kerusakan permanen .
2. STEROID / KORTIKOSTEROID / DRENOKORTIKOD
Zat ini harus digunakan di bawah pengawasan dokter dan tidak untuk digunakan dalam jangka panjang. Zat ini bekerja pada sistem syaraf. Fungsinya sebagai anti-inflamasi (anti peradangan, anti-redness), calming, menahan jerawat, dan memutihkan lapisan kulit terluar. Efek negatifnya adalah broken capillaries, moon face, pertumbuhan rambut-rambut halus, breakout, dan melemahnya sistem imunitas.
3. HYDROQUINON / HQ
Zat ini batas waktu penggunaanya dibawah 6bln dan harus dalam pengawasan ketat dari dokter.
Zat ini bekerja dengan cara menekan produksi melanosit, melakukan exfoliant. Pasca masa exfoliant, kulit akan menjadi lebih cerah beberapa tingkat. Efek negatifnya adalah kulit menjadi kemerahan (karena proses pengikisan tadi), muncul flek menebal berwarna abu-abu kehijauan, diduga termasuk dalam carcinogen.
4. NaOH / SODA API
Dalam kadar sangat kecil (dibawah 1%) digunakan sebagai penyeimbang acidity & pelarut lemak, misalnya dalam sabun mandi. Tapi dalam jumlah berlebihan (di atas 1-2%), NaOH merupakan zat korosif yang biasa digunakan untuk mengatasi mampet saluran pembuangan, cairan pembersih, atau pengolahan limbah industri. Cara kerja dari zat ini adalah exfoliating atau pengikisan lapisan kulit paling luar sebelum waktunya. Efek instan yang diciptakan adalah kulit menjadi baru, sehingga tampak lebih halus, padahal aslinya menipis. Efek negatifnya adalah terkikisnya mantel asam pelindung kulit, hipersensitifitas kulit, bahkan jika terjadi luka pada kikisan kulit akan meninggalkan deep scar.
5. MIDAZOLIDINYL UREA AND DIAZOLIDINYL UREA
Ini adalah kandungan yang paling umum digunakan untuk bahan pengawet setelah parabens. Bahan utamanya adalah formaldehida, yang dikenal untuk mengawetkan mayat, dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Dapat menyebabkan dermatitis (radang kulit), luka bakar, inflamasi, dan pengeluaran air mata.
6. METHYL AND PROPYL AND BUTYL AND ETHYL PARABEN
Digunakan sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan untuk memperpanjang batas waktu kadaluarsa produk. Meskipun diketahui beracun, namun kandungan ini masih banyak digunakan. Efek yang mungkin terjadi adalah timbul banyak reaksi alergi dan ruam kulit.
7. PETROLATUM
Hindari petrolatum atau parfum berbahan petrolatum, karena ini merupakan sebuah byproduct dari produksi minyak bumi atau bensin.
8. PROPYLENE GLYCOL
Idealnya, ini adalah gliserin sayuran yang dicampur dengan alkohol yang terbuat dari gandum. Propylene Glycol ditemukan pada beberapa produk kosmetik dan pembersih wajah. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak. Bahkan penelitian terakhir menunjukan bahwa zat ini juga dapat merusak ginjal dan hati.
9. PVP/VA COPOLYMER
Zat kimia yang hasil keluaran minyak bumi ini digunakan pada produk hairspray dan kosmetik lainnya. Dianggap dapat beracun, karena partikel-partikelnya dapat menyebabkan masuknya benda asing pada paru-paru orang sensitif.
10. STEARALKONIUM CHLORIDE
Stearalkonium klorida dikembangkan oleh industri kain sebagai pelembut kain. Namun, zat kimia ini juga terkandung dalam kondisioner dan krim rambut. Bahan ini dapat menyebabkan reaksi alergi.
11. SODIUM LAURYL SULFATE (SLS)
Zat sintetis ini biasanya digunakan pada produk sampo untuk membersihkan dan menciptakan banyak busa. Efek yang ditimbulkan zat ini adalah iritasi pada mata, ruam kulit, rambut rontok, ketombe pada kulit kepala dan reaksi alergi. Sering kali kandungan zat ini disamarkan dalam pseudo-kosmetik alami dengan penjelasan dalam tanda kurung “berasal dari kelapa.”
12. SYNTHETIC COLORS
Pewarna sintetik seperti Merah K.3, Merah K.10, dan juga Jingga K.1 biasanya digunakan untuk produk tekstil. Bahan sintetis warna diyakini sebagai penyebab kanker. Jika dalam produk kosmetik tertera kandungan ini, jangan sekali-kali menggunakannya.
13. SYNTHETIC FRAGRANCES
Wewangian sintetis yang digunakan dalam produk kosmetik mengandung sebanyak 200 zat kimia berbahaya. Bila Anda menggunakan produk wangi maka semua bahan kimia berbahaya bisa diserap dalam aliran darah melalui kulit. Bahan kimia ini dapat mengakibatkan efek samping seperti sakit kepala, pusing, ruam, hiper-pigmentasi, kekerasan batuk, muntah dan iritasi kulit.
14. TRIETHANOLAMINE
Sering digunakan dalam kosmetik untuk mengatur PH dan sebagai dasar bagi banyak produk pembersih. TRIETHANOLAMINE dapat menyebabkan reaksi alergi, termasuk masalah mata dan kekeringan pada rambut dan kulit. Bisa beracun jika diserap ke dalam tubuh dalam jangka waktu yang panjang.
So, hati-hati dalam membeli/memilih kosmetik ya ladies.. Pastikan produk yang kamu pakai masih dibatas aman.